Kitab Lukas 18:9-14 nyariosaken pasemon saking Gusti Yesus bab tiyang Farisi lan Juru Mupu Beya. Tiyang Farisi minangka guru agama Yahudi, pancen kagambaraken minangka tiyang ingkang ngugemi Toret kanthi njlimet lan ngawasi tata gesanging pasamuwan anggenipun nindakaken Toret punika. Tiyang Farisi nganggep bilih Gusti Allah nresnani tiyang ingkang sampurna nindakaken Toret lan ngukum tiyang ingkang mboten nindakaken Toret.
Read MoreTekun dalam Doa dan Karya
Apakah Saudara pernah mengalami masa-masa ketika setiap upaya yang Saudara tempuh untuk menyelesaikan suatu masalah justru terhadang oleh kesulitan yang baru? Mungkin pada malam hari Saudara bersyukur karena masalah Saudara sudah tertangani, tetapi ketika bangun keesokan paginya, Saudara menemukan ada hal lain yang tidak beres dan masalah itu masih ada.
Read MoreBerani Meminta Berani Bersyukur
Setiap hari, Tuhan sudah menyatakan berkat-Nya kepada kita, diantaranya berupa kesehatan, kecukupan, perlindungan, kedamaian, kekuatan, dan keselamatan. Oleh karena itu, seharusnya kita juga selalu menyatakan syukur kita kepada Tuhan. Namun sering kali, setelah menerima segala berkat dari Tuhan, manusia lupa kepada Tuhan yang sudah memberkatinya. Ketika doa-doa kita sudah dijawab oleh Tuhan, kita lupa untuk kembali dengan rasa syukur dan sembah kita kepada Tuhan.
Read MoreIman dan Tindakan
Saudara, ketika manusia diperhadapkan dengan tantangan, minimal untuk bisa bertahan menghadapi tantangan dibutuhkan pertahanan yang dayanya sama besar dengan tantangan itu. Jika ingin mengalahkannya maka harus memiliki daya atau tenaga yang lebih besar dari tantangan yang dihadapi.
Read More