Bertobatlah dan Jadilah Saksi Kebangkitan-Nya

Renungan BHS Indonesia

Saudara, bacaan Injil ini terjadi pasca kebangkitan dan pra kenaikan Yesus ke Sorga. Sebelum para murid ditinggalkan oleh Sang Kristus, terlebih dahulu mereka diyakinkan akan Dia yang sungguh-sungguh hidup. Mata para murid sendiri menyaksikan saat Kristus berkata “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku; Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Luk. 24:39).

Read More

WANTUN NANDHANG SANGSARA

Renungan Bahasa Jawa

Kasangsaran (saking tembung: sangsara) nggadhahi pangertosan kawontenan gesang ingkang mboten ngremenaken. Kasangsaran saged awujud kasangsaran lair (kajasmanen) lan kasangsaran batin (mental, perasaan). Kasangsaran lair contonipun kawontenan sakit, dipun aniaya, utawi karingkihan ing raga. Dene conto kasangsaran ing batin kados ta raos ajrih, kesepian, utawi kecalan pangajeng-ajeng. Ananging sejatosipun, antawising kasangsaran lair lan batin anggadhahi sesambetan.

Read More

Kasih Allah Melampaui Penghukuman

Renungan BHS Indonesia

Saudara, Kehadiran orang-orang Yunani yang semula menolak Yesus ternyata tidak mengganggu sukacita dan kegirangan yang telah tercipta. Bahkan para murid yang biasanya emosional, kali ini bersikap wajar. Kedatangan mereka untuk melihat Yesus dan bergabung bersama-sama orang Yahudi yang percaya kepada Kristus dipandang oleh Tuhan Yesus sebagai saat yang tepat untuk memberitakan kabar kematian-Nya.

Read More

Cintaku pada Rumah Tuhan

Renungan BHS Indonesia

Saudara, Menarik bahwa kisah Tuhan Yesus membersihkan atau menguduskan Bait Allah disaksikan di dalam keempat Injil. Tentulah hal ini menyampaikan pesan bahwa kisah Kristus membersihkan Bait Allah diyakini sebagai suatu peristiwa penting. Kisah yang ditulis dalam perikop ini memiliki latar belakang hari raya Paskah. Sebuah perayaan besar-besaran yang akan diikuti oleh orang Yahudi. Mereka yang tinggal di tempat-tempat jauh pun menyempatkan diri untuk merayakan Paskah di Bait Allah yang terletak di Yerusalem. Dalam tradisi bangsa Israel, Bait Allah memiliki nilai penting.

Read More

WANTUN PITADOS

Renungan Bahasa Jawa

Wonten kekidungan makaten: “Gusti Yesus kula badhe ndherek Tuwan slaminya. Ndherek manggul salib Tuwan, sajeg kula neng donya. Kula Tuwan kiyataken sageda tahan susah. Sampun ngantos kemuriden, sampun cuwa ing manah.” Lumantar kekidungan punika, tiyang pitados mratelakaken tekading manahipun anggen badhe tansah ndherek utawi pitados ing Gusti. Kanthi kesadaran bilih pitados punika pancen mboten gampil lan ngadhepi kasangsaran. Ananging sadaya punika badhe dipun tampi lan dipun lampahi awit Gusti piyambak ingkang badhe mitulungi. Satemah mboten badhe mutung utawi gela ing kapitadosanipun punika.

Read More

Berpengharapan dalam Perjanjian Allah

Renungan BHS Indonesia

Apa yang ditunjukkan oleh pewartaan Yohanes diperkuat oleh Allah sendiri. Meskipun Yesus datang dari Nasaret untuk dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Injil Markus membuatnya jelas bahwa Allah sendirilah yang memberkati Yesus. Allah yang membelah langit dan mengutus Roh ke atas Yesus dalam bentuk seekor merpati dan berkata, “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.” Demikianlah Allah turun kepada orang Kristen dalam baptisan mereka, membuat mereka menjadi anak-anak terkasih Allah.

Read More

Berbahagialah Orang yang Melihat Kemuliaan Allah

Renungan BHS Indonesia

Manusia sering kali mengukur kemuliaan dengan apa yang dimiliki seseorang, misalnya kekayaan, kekuasaan atau keberhasilan. Oleh karena itu, ada anggapan bahwa kebahagiaan akan didapatkan ketika seseorang telah kaya, berjabatan tinggi atau sukses. Tidak heran jika kemudian banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan atau keberhasilan. Namun apakah setelah mendapatkan kekayaan atau kesuksesan di dunia ini, manusia benar-benar bahagia?

Read More

Bijak dalam Bertindak

Renungan BHS Indonesia

Saudara, Allah membenci segala bentuk kekejian, karena kekejian menyebabkan kehancuran dan kerusakan. Oleh sebab itu, setiap “pengetahuan”, “kuasa” dan “kebebasan” yang diberikan Allah kepada manusia sudah semestinya digunakan untuk menolong, menguatkan dan memulihkan. Sejenak kita akan merenungkan peristiwa dan tindakan luar biasa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus saat Ia sedang mengajar di Bait Allah pada hari Sabat.

Read More