Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah bersedih dan meratap karena ditinggalkan oleh orang yang dikasihinya untuk selama-lamanya? Pertanyaan ini nampaknya tidak perlu dijawab. Benar, semua orang pernah dan akan merasakan betapa menyedihkannya kehilangan orang yang dikasihinya untuk selama-lamanya.
Kondisi ini nampaknya juga dialami oleh para murid Tuhan Yesus. Sekitar 36 jam setelah kematian Yesus, para wanita datang ke tempat Yesus dikuburkan. Tujuannya ingin merempah-rempahi tubuh Yesus. Tentu saja suasana sedih dan duka masih menyelimuti hati mereka karena kehilangan orang yang mereka kasihi. Namun mereka dikejutkan dengan peristiwa gempa bumi yang hebat. Malaikat Tuhan nampak menggulingkan batu penutup lubang kubur lalu duduk di atasnya. Peristiwa dahsyat itu ternyata tidak hanya mengejutkan mereka tetapi juga para penjaga kubur Yesus.

Keterkejutan itu membuat mereka seperti orang-orang mati. Malaikat memberitakan bahwa Kristus sudah bangkit! Ia pun memerintahkan kepada para wanita untuk segera menyampaikan berita tersebut kepada para murid. Bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Para wanita itu pun bergegas pergi kepada para murid dengan perasaan takut dan sukacita (ay.8). Memang aneh sekali mendapati rasa takut berbaur dengan sukacita dalam sebuah jiwa. Berita mengenai kebangkitan Tuhan Yesus tentulah kabar yang sangat bagus namun tersisa rasa ragu dalam benak mereka jika kabar ini ternyata tidak terbukti. Kemudian keraguan mereka terjawab dan menjadi sukacita yang sejati ketika mereka mendapati bukti yang tidak bisa mereka tolak, mereka mendapati Yesus berdiri dihadapan mereka.

Seketika pula itu ratapan mereka berubah menjadi sukacita. Sukacita itu mereka nyatakan dan bagikan dengan memberitakan kebangkitan Tuhan kepada para murid yang lain.

Melalui perenungan Firman Tuhan di atas kita diingatkan sama seperti para wanita yang menjadi saksi dan menyaksikan atas apa yang mereka lihat sekuat tenaga, marilah kita juga memberitakan sejauh apa yang kita bisa kepada orang lain mengenai kuasa pekerjaan Tuhan yang telah kita lihat dan rasakan dalam kehidupan kita!

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.